Senin, 22 Februari 2016

Perpustakaan di Kampung Edukasi Watu Lumbung

Wisata edukasi watu lumbung mempunyai suasana yang eksotis dan mengusung tema  menyatu dengan alam  dengan hamparan pohon jati yang dipadukan dengan susana unik pedesaan menjadikan wisata ini sebagai wisata alternatif di Jogja. Selain wisata alam wisata edukasi watu lumbung juga mempunyai sebuah perpustakaan yang mengusung konsep sederhana tetapi menarik untuk dikunjungi, untuk menarik pengunjung perpustakaan watu lumbung mengusung konsep berbagi ilmu kepada pengunjung yang memanfaatkan koleksi perpustakaan dan memberikan bonus bagi pengunjung perpustakaan.



Sumber Gambar : 
http://panduanwisata.id/2016/01/01/kampung-watu-lumbung-wisata-edukasi-di-yogyakarta/

Seperti dilansir TRIBUNJOGJA.COM. Meskipun memiliki konsep sederhana, perpustakaan Kampung Edukasi Watu Lumbung berbagi pengetahuan untuk pengunjungnya. Bahkan, ada bonus bagi pembaca yang ingin meluangkan waktunya di sini.
Sebagaimana buku, perpustakaan juga harus memberikan manfaat bagi pengunjungnya. Jika buku memberikan pengetahuan bagi pembacanya, perpustakan dapat menjadi gudang ilmu untuk pengunjungnya. Konsep tersebut dituangkan dalam pendirian Perpustakaan Kampung Edukasi Watu Lumbung yang terletak di Kretek, Bantul ini.

Perpustakaan Watu Lumbung, Sumber Gambar http://jogja.tribunnews.com/2016/02/22/perpustakaan-kampung-edukasi-watu-lumbung-terapkan-konsep-berbagi?page=3

Menjadi bagian dari Kampung Edukasi, keberadaan perpustakaan ini memberikan kesempatan pada wisatawan untuk berbagi ilmu. Uniknya, perpustakaan ini membuka donasi buku bagi siapapun yang memiliki buku bekas layak baca. Untuk donasi tiga buku, pendonor berhak mendapatkan sajian istimewa dari kedai. Tidak hanya bagi pendonor, kudapan juga akan diterima pengunjung yang membaca-baca buku di perpustakaan lebih dari 25 menit.
"Jadi kalau tidak punya bawa uang untuk jajan, bisa cukup membaca saja di perpustakaan ini," ujar Pengelola Kampung Edukasi Watu Lumbung, Muhammad Boy Rifai beberapa waktu silam.
Asas berbagi ini digagasnya untuk misi menyelamatkan buku-buku. Karena menurutnya, ketika orang sudah selesai membaca buku, maka buku tersebut akan tidak terpakai. Namun, buku yang telah terbaca tersebut tentunya akan bermanfaat bagi orang lain yang belum membacanya.
"Selain sebagai upaya untuk menyelamatkan buku, dengan diberikannya buku ke orang lain, di situ ada asas kemanfaatan. Artinya kalau menghadiahkan untuk orang lain, ada manfaat bagi orang lain," jelasnya.
Sampai saat ini, ada sekitar 5 ribu koleksi yang dimiliki Perpustakaan Kampung Edukasi Watu Lumbung. Ribuan buku tersebut terbagi di empat perpustakaan yang berlokasi di daerah yang sama. Karena berdasarkan donasi, maka kategori buku pun bermacam-macam, mulai dari alam, sosial, hingga buku anak-anak pun tersedia.

Koleksi Perpustakaan Watu Lumbung Sumber Gambar : 
http://panduanwisata.id/2016/01/01/kampung-watu-lumbung-wisata-edukasi-di-yogyakarta/

Dalam kegiatan di Kampung Edukasi, buku-buku ini telah memberikan kontribusi pengetahuan. Contohnya, untuk kegiatan menanam tumbuhan. "Jika ingin menanam tapi tidak tahu caranya, tinggal buka buku saja," tambahnya. Keberadaan perpustakaan ini juga diapresiasi masyarakat sekitar dengan banyaknya kunjungan saat akhir pekan. Bahkan ada guru yang menyarankan agar siswanya mengunjungi perpustakaan ini. Perpustakaan ini juga membuka peminjaman buku."Siapapun yang pernah bawa buku, boleh pinjam di sini," tutupnya. So, Jika Anda berkunjung ke watu lumbung jangan lupa sempatkan berkunjung ke perpustakaan watu lumbung ya... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar